Permainan Tradisional di Tanjab Barat

Lama Menghilang, Permainan Tradisional Gasing Kembali Ramai Dimainkan di Tanjab Barat

Hampir setiap hari anak-anak sekolah dasar di kawasan Kuala Tungkal ini mengisi waktu jam istirahat dengan bermain gasing kayu yang sekarang jarang

Tribunjambi/Darwin
Siswa SD Xaverius Kuala Tungkal bermain gasing, Selasa (3/12/2019). 

TRIBUNJAMBI.COM, KUALA TUNGKAL - Permainan tradisional gasing menjadi permainan favorit anak-anak sekolah dasar di kawasan Kuala Tungkal, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Hampir setiap hari anak-anak sekolah dasar di kawasan Kuala Tungkal ini mengisi waktu jam istirahat dengan bermain gasing kayu yang sekarang jarang dimainkan.

Bagi mereka, permainan gasing merupakan permainan yang sudah lama. Karena Gasing yang mereka pakai adalah gasing kayu yang cukup tradisional. Bahan ini terbuat dari olahan tangan tukang kayu kalau dijual bisa sekitar Rp 5 ribu hingga Rp 10 ribu per gasing.

Awal Mula dan Sejarah Berdirinya Bank Jambi pada 1959, Ternyata sudah 61 Tahun

Ngintip Jembatan Gentala Arasy yang Melintasi Sungai Batanghari di Kota Jambi

Belakangan ini, permainan yang hampir dilupakan ini kembali ramai dipermainkan. Tidak hanya kalangan anak-anak, dewasa pun turut memainkannya.

Dari pantauan Tribunjambi.com di beberapa lokasi saat ini permainan berbahan dasar kayu ini pun kembali hadir ditengah perkembangan teknologi, seperti yang terpantau di salah satu sekolah.

"Kami biasanya main gasing saat istirahat atau pulang sekolah ketika musim gasing kami bermain gasing," kata Kevin salah seorang siswa SD Xavarius Kuala Tungkal, Selasa (3/12/2019)

Anak-anak yang bermain gasing tradisional ini sering tidak ingat waktu, terkadang mereka juga ditegur oleh gurunya, karena keasyikan bermain gasing tradisional saat jam istirahat.

M Rahim, satu diantara orang tua mengatakan permainan ini sudah lama dan kini muncul kembali mengingat memori lama.

Dia berharap permainan tradisional ini dapat dilestarikan dengan mengadakan ajang yang difasilitasi oleh pemerintah. (Darwin Sijabat/ Tribunjambi.com)

Sejarah Masjid Al-Falah, Masjid Tertua di Kabupaten Bungo yang Berdiri Sejak 1812

Minuman Khas Jambi dari Sari Buah Pedada, Banyak Tumbuh di Mangrove Tanjabbar dan Tanjabtim

Ikuti kami di
Penulis: Aline
Editor: Aline
Sumber: Tribun Jambi
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved