Kletek Udang Jambi

Pernah Dengar Kletek Udang Jambi? Ternyata Begini Penampakannya, Enak

Sudah tahu tentang kletek udang Jambi? Kalau belum, nih ada informasi menarik buat Tribunners.

Tribun Jambi/Ade Setyawati
Kletek Udang Jambi 

TRIBUNJAMBI.COM, KUALA TUNGKAL - Sudah tahu tentang kletek udang Jambi?

Kalau belum, nih ada informasi menarik buat Tribunners.

Kletek udang Jambi dipasarkan hingga ke luar Provinsi Jambi.

Dari hasil penjualan itu, Nurmia bisa meraup keuntungan Rp 6 juta-Rp 8 juta dalam satu bulan.

Keistimewaan Nanas Tanjab Timur, Ini yang Membedakan dengan Daerah-daerah Lain, karena Gambut?

Dipasarkan Lewat Medsos, Anyaman Resam Warga Muarojambi Tembus Pasar Malaysia dan Singapura

Batik Kulit Jengkol dari Sarolangun Jambi, Perajin Lokal Promosikan Daerah

"Kalau untuk untung itu dalam satu bulan bisa dapat Rp 6 juta sampai Rp 8 jutaan. Itu keuntungan bersih itu sudah keluar gaji karyawan dan modal tadi," kata Nurmia, pengusaha kletek udang saat diwawancarai Tribunjambi.com, Sabtu (4/4).

Selain kletek, Mia juga memanfaatkan udang segar untuk membuat camilan lain yang dikenal dengan kerupuk kayu api.
Secara umum, makanan ini menggunakan bahan utama udang segar dan bahan-bahan yang sama dengan Kletek.

Namun yang membedakannya, untuk kletek menggunakan udang dengan ukuran yang cukup besar dan menggunakan telur.

Sementara itu, untuk kerupuk kayu api bisa menggunakan udang kecil dan tidak menggunakan telur.

"Dari harga juga cukup beda. Kalau kayu api dijual dengan harga Rp 40 ribu per Kg. Kalau bungkusan isi 250 gram dijual Rp 10 ribu," ujarnya

Selain memanfaatkan udang segar sebagai bahan untuk produk camilan, Nurmia juga memanfaatkan udang menjadi udang kering.

Udang kering dijual dengan harga Rp 30 ribu per kilo.

"Jadi memang hasil laut banyak, dari ikan, kepiting dan udang. Jadi kita memang manfaatkan udang. Untuk udang kering prosesnya dari udang yang baru didapat dari laut langsung direbus dengan air garam, setelah itu langsung ditiriskan dan dijemur dengan sinar matahari," terangnya.

"Setelah kering siap dipasarkan. Tapi untuk udang kering ini kita masih di Jambi, belum ada kita kirim ke luar kota," pungkasnya. (Ade Setyawati)

Tumbuh di Atas Tanah Gambut, Suka Duka Petani Nanas Tanjabtim

Keistimewaan Nanas Tanjab Timur, Ini yang Membedakan dengan Daerah-daerah Lain, karena Gambut?

Ikuti kami di
Penulis: Aline
Editor: Aline
Sumber: Tribun Jambi
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved