Masjid di Bungo

Daftar Masjid-masjid Tua di Kabupaten Bungo, Ada yang Dibangun Sejak 1812 M

Dari data yang Tribunjambi.com himpun melalui Sistem Informasi Masjid Kementerian Agama Republik Indonesia (Simas Kemenag RI), ada 337 masjid yang...

Daftar Masjid-masjid Tua di Kabupaten Bungo, Ada yang Dibangun Sejak 1812 M
Tribun Jambi
Masjid Jami' Al-Munawwarah. Konon, masjid ini mulai dibangun sekitar tahun 1920 masehi. Terletak tepat di tepi Sungai Batang Bungo, Masjid Jami' Al-Munawwarah adalah masjid tertua kedua di Kabupaten Bungo. 

Pada 1827, bangunan surau itu pertama kali dipugar. Saat itulah akhirnya Surau Al-Hidayah berganti nama menjadi Masjid Al-Falah.

Sekitar tahun 1850, dibangun lagi menara Masjid Al-Falah Dusun Empelu itu. Saat itu Dusun Empelu dipimpin Rio Abdul Kadir. Pada masa kepemimpinannyalah, akhirnya masjid itu selesai pada 1851.

Ada tangga menuju puncak menara di belakang bagian dalam masjid. Dua tingkat. Dari puncak menara itu, tampak rumah-rumah berjejer di Dusun Empelu dan Sungai Batang Tebo.

2. Masjid Jami' Al-Munawwarah

Masjid Jami' Al-Munawwarah. Konon, masjid ini mulai dibangun sekitar tahun 1920 masehi. Terletak tepat di tepi Sungai Batang Bungo, Masjid Jami' Al-Munawwarah adalah masjid tertua kedua di Kabupaten Bungo.
Masjid Jami' Al-Munawwarah. Konon, masjid ini mulai dibangun sekitar tahun 1920 masehi. Terletak tepat di tepi Sungai Batang Bungo, Masjid Jami' Al-Munawwarah adalah masjid tertua kedua di Kabupaten Bungo. (Tribun Jambi)

Konon, masjid ini mulai dibangun sekitar tahun 1920 masehi. Terletak tepat di tepi Sungai Batang Bungo, Masjid Jami' Al-Munawwarah adalah masjid tertua kedua di Kabupaten Bungo.

Masjid yang berlokasi di Kelurahan Tanjung Gedang, Kecamatan Pasar Muara Bungo ini juga merupakan yang tertua di Kota Muara Bungo. Arsitektur masjid ini sangat klasik, dengan motif-motif perpaduan.

Masjid Jami' Al-Munawwarah. Konon, masjid ini mulai dibangun sekitar tahun 1920 masehi. Terletak tepat di tepi Sungai Batang Bungo, Masjid Jami' Al-Munawwarah adalah masjid tertua kedua di Kabupaten Bungo. (tribunjambi/mareza sutan a j)
Misalnya saja, keramiknya didatangkan dari Singapura. Itu dikarenakan Tanjung Gedang merupakan pelabuhan pada masa lalu.

Banyak pedagang dan pelancong yang datang ke sana.

Selain itu, atapnya terbuat dari kayu kulim. Dari penuturan masyarakat sekitar, kayu itu dulu diambil dari hutan dan dibawa dengan menggunakan kerbau.

Masjid yang selesai dibangun pada 1941 ini juga menjadi saksi bisu pendudukan Kolonial Belanda dan Jepang.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: Aline
Editor: Aline
Sumber: Tribun Jambi
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved