Warga Desa Pulau Betung Produksi Tongkat Persneling dari Kayu dengan Beragam Ukiran

Awalnya, warga di Desa Pulau Betung membuat ukiran-ukiran hiasan berupa ikan arwana, burung cendrawasih, mebel ukiran dan lainnya.

Warga Desa Pulau Betung Produksi Tongkat Persneling dari Kayu dengan Beragam Ukiran
Tribun Jambi/Rian Aidilfi
Perajin di kampung ukiran kayu di Desa Pulau Betung, Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi. 

Janik bercerita bahwa saat kepemimpinan Gubernur Zulkifli Nurdin, ukiran-ukiran di desanya sangat diperhatikan dan diminati masyarakat Jambi maupun dari daerah lainnya.

Inilah 3 Peristiwa Astronomi Langka yang Akan Terjadi di Bulan November, Jangan Sampai Terlewatkan!

Bahkan, almarhum Zulkifli, kata Janik, dulu sering membeli ukiran-ukiran seperti hiasan, kursi dan lainnya dari desa ini.

Tak hanya itu, para pejabat yang ada di Jambi pun juga banyak yang memesan maupun membeli langsung kerajinan tangan dari desanya.

Hal itulah yang membuat para pengrajin di Desa Pulau Betung saat itu semangat untuk membuat ukiran.

Lantaran merupakan sumber pencarian utama.

"Itu yang bisa saya kenang dari almarhum. Desa ini sungguh diperhatikan," ujar Janik.

Berbanding terbalik dengan sekarang.

Kata Janik, masyarakat di desanya sudah banyak yang beralih profesi menjadi petani.

Hanya tersisa sekira 18 kepala keluarga yang masih aktif menjadikan ukiran kayu sebagai sumber utama penghasilannya.

"Sekarang ini kami seperti tak diperhatikan oleh pemerintah. Yang masih peduli dengan kami hanya pejabat camat saja yang memperhatikan kerajinan ukiran kami agar tidak punah," katanya.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: suci08
Editor: Ami Heppy
Sumber: Tribun Jambi
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved