Madu Zabak Tanjab Timur Jambi, Produksi Madu Lebah Pohon Akasia yang Tembus Pasar Dunia

"Awalnya niat kita mengembangkan budidaya ini tidak lain untuk menunjang perekonomian dan membantu masyarakat bawah untuk menambah pundi

Penulis: suci08
Editor: Ami Heppy
Tribunjambi.com/Abdullah Usman
Pembudidaya lebah madu akasia di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi 

Madu Zabak Tanjab Timur Jambi, Produksi Madu Lebah Pohon Akasia yang Tembus Pasar Dunia

TRIBUNWIKIJAMBI.COM, MUARA SABAK - Pembudidayaan madu lebah di Kecamatan Geragai Kabupaten Tanjab Timur mulai dilirik dunia, berawal dari niat menyalurkan bakat hingga kini menghasilkan omset ratusan juta, Rabu (5/2).

Pembudidayaan lebah yang berada di alamat Zona 5 Pelabi Kecamatan Geragai, Kabupaten Tanjab Timur tersebut telah memiliki nama resmi yang mulai dilirik beberapa kalangan.

Madu khas perkebunan akasia tersebut diberi nama "Madu Karya Zabak".

Pembudidaya lebah madu akasia di Kabupaten Tnjung Jabung Timur, Jambi
Pembudidaya lebah madu akasia di Kabupaten Tnjung Jabung Timur, Jambi (Tribunjambi.com/Abdullah Usman)

Pembudidayaan madu lebah tersebut berasal dari Pulau Jawa dan masuk ke Jambi sejak pertengahan 2019 silam, dan pertama kali masuk ke wilayah Jambi bahkan se-Sumatra.

"Awalnya niat kita mengembangkan budidaya ini tidak lain untuk menunjang perekonomian dan membantu masyarakat bawah untuk menambah pundi Rupiah," ujar Dodi Wardoyo satu dari pembudidaya lebah

Lebih lanjut Dodi menjelaskan, secara geografis, pembudidayaan lebah madu ini sangat cocok berdekatan dengan kebun akasia milik WKS yang merupakan sumber makanan paling bagus bagi lebah.

Sehingga madu yang dihasilkan juga lebih baik lagi.

Mengenal Pohon Kepayang di Sarolagun Jambi yang Jadi Idola Turun-temurun

Daftar, Alamat dan Nomor Telepon Bank di Kota Jambi

"Karena adanya simbiosis mutualisme antara lebah dan tanaman akasia, pihak WKS juga tidak keberatan dengan keberadaan lebah tersebut," jelasnya.

"Bahkan lebah yang dibudidaya dari hasil saripati pohon akasia sudah terkenal baik dan berkualitas tinggi," tambahnya.

Dikatakannya pula, dalam sekali panen bisa dalam satu kotak yang berisi 6 sampai 8 baris rumah lebah dapat menghasilkan 2,6 kilogram - 3 kilogram madu dengan hitungan persepuluh hari.

Tentunya bergantung pada kondisi cuaca dan rezeki.

"Untuk harga jual sendiri perkilo harga pembudidaya usai proses panen Rp 80 ribu di orang kedua bisa Rp 100 ribu - Rp 120 ribu.

Jumlah tersebut dihitung dalam literan atau kemasan. Jika ditotal dalam sekali panen bisa menghasilkan hingga Rp 200 jutaan dari jumlah sekali panen mencapai 3 ton," bebernya.

Pembudidaya madu lebah di Kecamatan Geragai Kabupaten Tanjab Timur, Jambi
Pembudidaya madu lebah di Kecamatan Geragai Kabupaten Tanjab Timur, Jambi (Tribunjambi.com/Abdullah Usman)

Dirinya mengaku, saat ini kebutuhan madu lebah untuk memenuhi kebutuhan ekspor wilayah Jambi saja masih kekurangan stok.

Untuk itu, dirinya bersama rekan lain yang tergabung dalam kelompok, mulai kalangan masyarakat, pecinta lebah madu, hingga pejabat dan BUMDes terus mengembangkan budidaya dengan harapan dapat memenuhi permintaan pasar.

"Untuk madu karya Zabak ini sendiri dipandu langsung oleh Bupati Romi. Di mana kita saat ini baru menghasilkan 3 ton per bulan ke depan target kita sudah bisa 5 ton per bulan. Dan lokasi pembudidayaan ini akan dijadikan stana lebah pertama di Tanjabtim bahkan Sumatra," sebutnya.

Untuk dapat mewujudkan itu semua, di antaranya memperbanyak kotak hingga 1000 kotak.

Sekarang hanya berjumlah 500-an, dan tentunya terus berinovasi dan maju lebih baik lagi.

Untuk sistem pemasaran sendiri, ada yang dijual secara galonan (literan) atau dalam bentuk kemasan.

Warga Desa Pulau Betung Produksi Tongkat Persneling dari Kayu dengan Beragam Ukiran

Minyak Kepayang, Olahan Buah Kepayang yang Miliki Banyak Manfaat

Kemasan madu pohon akasia di Tanjung Jabung Timur, Jambi
Kemasan madu pohon akasia di Tanjung Jabung Timur, Jambi (Tribunjambi.com/Abdullah Usman)
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR
27 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved