Mengenal Pohon Kepayang di Sarolagun Jambi yang Jadi 'Idola' Turun-temurun

Pohon berbuah yang biasa disebut keluwek (keluak) oleh masyarakat, ini masih ada dan lestari di Kasawan, Kecamatan Batang Asai, Kabupaten Sarolangun.

Mengenal Pohon Kepayang di Sarolagun Jambi yang Jadi 'Idola' Turun-temurun
Tribun Jambi/Wahyu Herliyanto
Petani di Batang Asai, Kabupaten Sarolangun Provinsi Jambi,menunjukkan buah kepayang (Pangium Edule) satu di antara jenis Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) yang dimanfaatkan buahnya. 

Untuk meningkatkan produk minyak dari buah kepayang ini, pihak KPHP juga memberikan bantuan alat yang sebelumnya sangat sederhana menjadi alat pres yang lebih modern.

Hal ini memungkinkan lebih efektif dari sisi waktu, sehingga memungkinkan hasil minyak yang akan diproses.

Saat ini, ada 23 kelompok tani masyarakat penghasil kepayang.

Petani di Batang Asai, Sarolangun di kebuh menanam pohon kepayang atau kluek.
Petani di Batang Asai, Sarolangun di kebuh menanam pohon kepayang atau kluek. (Tribun Jambi/Wahyu Herliyanto)

Puluhan kelompok tani itu bisa mengolah kepayang mencapai 500 kilogram minyak kepayang setiap kali panen.

Pohon kepayang berbuah 3 kali setiap tahun.

Untuk pengolahan, dari buah kepayang, terlebih dahulu buah diambil dan dipisahkan bijinya.

Kemudian direndam selama satu minggu hingga dua minggu

Satu kilogram daging buah kepayang jika di pres menghasilkan 0,3 gram minyak kepayang.

Lalu untuk 10 kilogram daging kepayang akan menghasilkan 3 kilogram minyak kepayang.

(Tribunjambi.com/Wahyu Herliyanto)

Ikuti kami di
Penulis: suci08
Editor: Ami Heppy
Sumber: Tribun Jambi
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved