Mengenal Pohon Kepayang di Sarolagun Jambi yang Jadi 'Idola' Turun-temurun

Pohon berbuah yang biasa disebut keluwek (keluak) oleh masyarakat, ini masih ada dan lestari di Kasawan, Kecamatan Batang Asai, Kabupaten Sarolangun.

Penulis: suci08
Editor: Ami Heppy
Tribun Jambi/Wahyu Herliyanto
Petani di Batang Asai, Kabupaten Sarolangun Provinsi Jambi,menunjukkan buah kepayang (Pangium Edule) satu di antara jenis Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) yang dimanfaatkan buahnya. 

Untuk meningkatkan produk minyak dari buah kepayang ini, pihak KPHP juga memberikan bantuan alat yang sebelumnya sangat sederhana menjadi alat pres yang lebih modern.

Hal ini memungkinkan lebih efektif dari sisi waktu, sehingga memungkinkan hasil minyak yang akan diproses.

Saat ini, ada 23 kelompok tani masyarakat penghasil kepayang.

Petani di Batang Asai, Sarolangun di kebuh menanam pohon kepayang atau kluek.
Petani di Batang Asai, Sarolangun di kebuh menanam pohon kepayang atau kluek. (Tribun Jambi/Wahyu Herliyanto)

Puluhan kelompok tani itu bisa mengolah kepayang mencapai 500 kilogram minyak kepayang setiap kali panen.

Pohon kepayang berbuah 3 kali setiap tahun.

Untuk pengolahan, dari buah kepayang, terlebih dahulu buah diambil dan dipisahkan bijinya.

Kemudian direndam selama satu minggu hingga dua minggu

Satu kilogram daging buah kepayang jika di pres menghasilkan 0,3 gram minyak kepayang.

Lalu untuk 10 kilogram daging kepayang akan menghasilkan 3 kilogram minyak kepayang.

(Tribunjambi.com/Wahyu Herliyanto)

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR
25 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved