Minyak Kepayang, Olahan Buah Kepayang yang Miliki Banyak Manfaat

Minyak kepayang sangat laku dipasaran karena kandungan omeganya lebih tinggi dari minyak ikan, kemudian non kolesterol, serta nonpestisida

Penulis: suci08
Editor: Ami Heppy
Tribun Jambi/Wahyu Herliyanto
Minyak kepayang satu di antara jenis Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) yang dimanfaatkan buahnya. 

Mengenal Minyak Kepayang dari Sarolangun Jambi, Olahan dari Buah Kepayang (Kluek) yang Miliki Banyak Manfaat

TRIBUNWIKIJAMBI.COM, SAROLANGUN - Banyak yang tak mengetahui, buah kepayang di Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi diolah menjadi minyak.

Kini produk dari buah yang populer dengan nama keluak ini sudah banyak bermunculan setelah dilakukan pengembangan.

Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) ini menjadi unggulan di daerah penghasil Sarolangun, Provinsi Jambi.

Mulai dari minyak goreng, kini juga muncul produk turunan, seperti sabun kecantikan untuk wajah, body lotion, lipstik, minyak urut, dan minyak aroma terapi.

Bahkan, konon masyarakat sudah menggunakannya sebagai obat untuk sakit gigi.

Petani di Batang Asai, Kabupaten Sarolangun Provinsi Jambi,menunjukkan buah kepayang (Pangium Edule) satu di antara jenis Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) yang dimanfaatkan buahnya.
Petani di Batang Asai, Kabupaten Sarolangun Provinsi Jambi,menunjukkan buah kepayang (Pangium Edule) satu di antara jenis Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) yang dimanfaatkan buahnya. (Tribun Jambi/Wahyu Herliyanto)

Produk dari buah kepayang yang berupa minyak ini sangat istimewa.

Ini karena minyak dari buah kepayang tidak mengandung kolesterol dan juga kaya akan omega 3 serta DHA.

Buah yang sudah menghasilkan produk berupa minyak ini merupakan satu- satunya produk lokal pertama sebagai pengganti minyak kelapa sawit setelah dilakukan pengembangan oleh pihak KPH Limau Hulu Sarolangun.

KPHP menggandeng masyarakat untuk mengolah hasil hutan bukan kayu yang semua bersentuhan dengan hutan.

Semuanya memperjuangkan misi bagaimana masyarakat bisa mengelola sumber daya hutan tanpa merusak hutan atau alam.

Mengenal Motif Batik Jambi dan Maknanya - Duren Pecah, Kuao Berhias, Angso Duo Bersayap

Daftar, Alamat dan Nomor Telepon Bank di Kota Jambi

Sehingga harapan kedepan, minyak kepayang yang sudah memunculkan produk akan meningkatkan pendapatan masyarakat.

Pihak KPHP akan terus berinovasi mengkolabirasi varian produk dari buah kepayang.

Dalam proses ini, produk baru akan segera muncul berupa minyak rambut atau pomade dari buah kepayang.

"Ya, on proses," ujarnya.

Kepayang merupakan satu-satunya produk minyak olahan di Indonesia.

Untuk itu, pihak KPH akan membuat hak paten atau Hak Kekayaan Intelektual (HaKI).

Pada penjualan pertama yang dihargai 25 ribu ukuran setengah liter langsung habis ratusan botol.

"Kurang lebih 500 botol minyak ini, belum sampai dua minggu sudah habis," katanya.

Warga Batang Asai, Kabupaten Sarolangun, menunjukkan bentuk buah kepayang atau kluek.
Warga Batang Asai, Kabupaten Sarolangun, menunjukkan bentuk buah kepayang atau kluek. (Tribun Jambi/Wahyu Herliyanto)

Hal ini menjadi tolak ukur merupakan awal pencerahan produk setelah pertama kali dipasarkan, dan akan memproduksinya lebih banyak lagi.

Minyak kepayang sangat laku dipasaran karena kandungan omeganya lebih tinggi dari minyak ikan, kemudian non kolesterol, serta nonpestisida (karena alami dari hutan).

"Tentunya trend saat ini, produk-produk herbal yang dicari. Minyak kepayang juga bisa digunakan untuk obat sakit gigi, karena mengandung sejenis analgesik," ucapnya.

Wika Salim yang Godain Ariel NOAH, Pernah Posting IG Berjudul Video Mesum dan Gagal Berumah Tangga

Gubernur Jambi Fachrori Umar

Minyak Kepayang Sarolangun sudah 'Sampai' Belanda dan Jepang

Olahan dari buah kepayang atau keluak yang sudah memunculkan beberapa produk turunan di Sarolangun ini siap bersaing dengan produk sejenis.

Produk lokal dan unggulan dari Bumi Sepucuk Adat Serumpun Pseko itu siap bersaing dengan kompetitor setelah melengkapi legalitas produk.

"Produk lokal tentu banyak yang harus kita lengkapi agar bersaing dengan produk yang lain dan produk kompetitor," katanya

Produk tersebut menjadi unggulan yang sudah dipasarkan, baik Indonesia bahkan internasional.

Sekitar 400 kilogram lebih minyak sudah dipasarkan di Indonesia bahkan ada permintaan dari negara lain seperti Belanda.

Minyak tersebut dibanderol dengan harga Rp 25 ribu hingga Rp 50 ribu per setengah liternya.

Sebelum memasarkan produk, pihak produsen terlebih dahulu melakukan legalitas kemudian mengenalkan barang.

Peluang yang cukup besar ini dimanfaatkan karena kepayang satu-satunya di dunia.

"Artinya harus lebih bagus minyak kepayang ini produk satu-satunya di dunia, peluang cukup besar," katanya.

Menurutnya, akumulasi dengan harga pada masyarakat umum dari Rp 25 ribu sampai Rp 50 ribu.

Petani di Batang Asai, Sarolangun di kebuh menanam pohon kepayang atau kluek.
Petani di Batang Asai, Sarolangun di kebuh menanam pohon kepayang atau kluek. (Tribun Jambi/Wahyu Herliyanto)

Jika diekspor, harga bisa dua kali lipat dari semula.

"Ini sangat menjanjikan dan akan mewujudkan konsep Masyarakat Sejahtera Hutan Lestari," ujarnya

Bahkan pada 2018 lalu, masyarakat Kecamatan Batang Asai dan sekitarnya bisa memroduksi minyak kepayang mencapai 1,8 ton.

Sementara penjualan minyak kepayang masih fokus kepada pasar lokal, sebab belum bisa memenuhi permintaan pasar internasional yang sangat tinggi.

Salah satu contoh permintaan pasar internasional di Eropa, untuk tahun 2019 permintaan minyak kepayang sekitar 1 ton.

Kemudian permintaan dari sebanyak 500 kilogram.

Walaupun permintaan kepayang pada pasar internasional tinggi, pihak KPHP Limau Sarolangun masih tetap mendahulukan permintaan pasar lokal karena bahan baku terbatas.

Minyak kepayang satu di antara jenis Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) yang dimanfaatkan buahnya.
Minyak kepayang satu di antara jenis Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) yang dimanfaatkan buahnya. (Tribun Jambi/Wahyu Herliyanto)

Permintaan dari Eropa ini menjadi acuan pihaknya untuk melakukan penggembangan ke depannya.

Salah satu hal yang dilakukan menyiapkan puluhan hektar khusus kebun kepayang.

Jika tidak ada halangan, pihaknya akan bekerjasama dengan Inggris dan Spanyol.

"Kita sudah menyiapkan lahan di Desa Raden Anom dan Sungai Bemban, khusus kebun kepayang seluas 40 hektare di dua desa tersebut," katanya.

Untuk keberlangsungan supaya makin dikenal, minyak kepayang akan terus dikenalkan kepada masyarakat luas, baik di Indonesia sendiri maupun di luar negeri.

"Dengan cara mengikuti beberapa acara event dan pameran," ujarnya

Produk kepayang olahan dari dari Kabupaten Sarolangun, bisa ditemukan di apotek, dan toko oleh-oleh sarolangun.

Untuk Jambi ada di Toko Oleh-oleh JJ, dan Bandara Sultan Thaha Jambi.

Jika di Jakarta ada di centra HHBK Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

(Tribunwikijambi.com/Wahyu Herliyanto)

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR
24 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved