Nopol Kendaraan Listrik akan Diberi Tanda Khusus, Ini alasannya

Kendaraan listrik akan diberi tanda khusus untuk membedakannya dari kendaraan konvensional

Nopol Kendaraan Listrik akan Diberi Tanda Khusus, Ini alasannya
Instagram/teslamotors
Tesla Model X, SUV listrik 

Hal ini disetujui pakar hukum UGM, Prof. Nurhasan Ismail.

“Mengenai penandaan kendaraan berbasis listrik sebagai unsur pembeda berlalu lintas dapat dikesepakati oleh pihak-pihak terkait,” ujarnya.

Selain kebal aturan ganjil-genap, kendaraan listrik juga mempunyai PPnBM yang murah, berdasarkan  Peraturan Pemerintah (PP) Republik Indonesia Nomor 73 Tahun 2019.

Mobil listrik Mazda MX-30
Mobil listrik Mazda MX-30 (Mazda.com)

PPnBM tidak lagi dihitung berdasarkan kubikasi mesin, tetapi berdasarkan tingkat emisi gas buang dan konsumsi bahan bakar.

Semakin rendah emisi dan konsumsi bahan bakar sebuah kendaraan, maka akan semakin rendah juga tarif PPnBM kendaraan.

Dalam Bab II Pasar 4, kendararaan bermotor untuk pengangkutan kurang dari 10 orang dengan kapasitas mesin di bawah 3.000 cc, dikenakan PPnBM 15 persen.

Asalkan untuk motor bakar cetus api atau mesin bensin, konsumsi bahan bakar minyak (BBM) lebih dari 15,5 Km/l, atau tingkat emisi CO2 kurang dari 15O gram per Km.

Sementara untuk mesin diesel atau semi diesel, konsumsi BBM-nya harus lebih dari 15,5 Km/l, atau tingkat emisi CO2 kurang dari 150 gram per Km.

Begitu dengan pasal 5 tentang pengenaan PPnBM bertarif 20 persen, bila mobil bermesin bensin mampu mengkonsumsi BBM 11,5 sampai dengan 15,5 km/l, atau CO2 yang dihasilkan 150-200 gram per km.

Sedangkan untuk mesin diesel atau semi diesel, konsumsi BBM-nya harus lebih dari 13 sampai 17,5 km/l, atau tingkat emisi CO2 mulai dari 150 gram sampai 200 gram per km.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Editor: Adya Rosyada Yonas
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved