Anak Bunuh Ayah Kandung di Tegal, Sang Ibu: Kakaknya Pernah Ditusuk Pisau, Saya Juga Sering Diganggu

Seorang anak tega membunuh ayah kandungnya sendiri. Rupanya pelaku sering meneror keluarga sejak 7 tahun lalu sebelum pembunuhan terjadi.

Anak Bunuh Ayah Kandung di Tegal, Sang Ibu: Kakaknya Pernah Ditusuk Pisau, Saya Juga Sering Diganggu
Tribun Jateng/Gumilang
Polisi menginterogasi pelaku pembunuhan ayah kandung dalam ruang tahanan Mapolsek Warureja, Rabu (30/10/2019) tengah malam. 

Suriah menduga Udin baru saja membelinya dari uang yang diminta darinya sebelum kejadian pembunuhan itu terjadi.

"Sebelum hari kejadian, Udin sempat minta uang untuk beli oli motor. Tapi sepertinya dia berbohong.

Saya yakin uang itu dipakai untuk membeli kampak. Itu kampak baru soalnya. Intinya, saya tak mau ada Udin lagi di sini," tegas Suriah sembari menyapu air mata.

Gunakan bubuk kopi untuk meninggalkan jejak

Polisi memperlihatkan sebuah kampak yang dipakai tersangka Wahudin membacok korban, Selasa (29/10/2019) sore.
Polisi memperlihatkan sebuah kampak yang dipakai tersangka Wahudin membacok korban, Selasa (29/10/2019) sore. (Tribun Jateng/Gumilang)

Udin sempat melakukan beragam cara untuk menghapus jejak diantaranya menggunakan bubuk kopi diduga untuk menghilangkan bau amis dari darah.

Informasi tersebut dikatakan oleh Kasatreskrim Polres Tegal, AKP Gunawan Wibisono. 

Fakta tersebut didapat dari olah TKP di rumah korban pada Selasa (19/20/2019) malam.

Sebelum menabur kopi, Udin terlebih dulu membungkus korban dengan digulung tikar atau karpet.

Menurut Kasatreskrim, Udin berupaya membersihkan cipratan darah yang meluas di sekililing rumah, baik di lantai maupun dinding.

Namun karena cipratan darah yang terlalu banyak, pelaku akhirnya langsung membuangnya jasad sang Ayah ke septic tank di luar rumah.

"Jasad bapaknya yang terbungkus karpet itu disemen atau dicor di dalam septic tank yang berdiameter sekitar 1 meter.

Selesai mengecor, dia menaburkan banyak kopi di dalam rumah untuk menghilangkan aroma bau darah.

Saat kami ke TKP, masih banyak bercak darah di dinding-dinding rumah," jelas Gunawan pada Rabu (30/10/2019) kepada Tribun Jateng.

Gunawan menjelaskan Udin disangkakan pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Meski dianggap mengalami gangguan jiwa, pelaku bertindak normal layaknya orang biasa yang menaruh dendam pada seseorang.

"Dari tindakannya, semuanya terukur layaknya orang normal biasa.

Bahkan, pelaku sempat hendak menghapus jejaknya dengan mencuci kampak yang dipakainya untuk membunuh si korban.

Selain itu, ada upaya juga untuk menyembunyikan jasad korban meski akhirnya menyerahkan diri," ujar Gunawan.

Pengakuan Udin

Baca: FAKTA-fakta Siswa SMP di Kupang Bunuh Diri karena Tak Bisa Bunuh Ayahnya: Tulis Wasiat buat Ayah

Baca: Kisah Chambali, Algojo yang Membunuh Orang PKI Usai G30S, Tangan Gemetar hingga Mual-Mual

Polisi menginterogasi pelaku pembunuhan ayah kandung dalam ruang tahanan Mapolsek Warureja, Rabu (30/10/2019) tengah malam.
Polisi menginterogasi pelaku pembunuhan ayah kandung dalam ruang tahanan Mapolsek Warureja, Rabu (30/10/2019) tengah malam. (Tribun Jateng/Gumilang)

Saat berada di dalam jeruji sel Mapolsek Warureja, Udin mengaku tak menyesal seusai menghabisi nyawa ayahnya sendiri.

Udin sudah bulat berniat untuk melukai dan membunuh sang Ayah saat berada di rumah.

"Niatnya mau melukai dan membunuh. Bapak ku pacaran lagi soalnya," ujar Udin dengan dialek Tegal.

Udin merasa kesal karena sang Ayah diduga berpacaran lagi dengan tetangga sebelah.

"Sudah banyak buktinya. Selingkuhannya pernah dikasih motor oleh bapak saya. Namanya Nana," sebut Udin.

Namun tuduhan tersebut dibantah oleh Kades Kendayakan, Rasiun.

Rasiun mengatakan bahwa alasan yang diungkapkan Udin hanya prasangka tanpa bukti.

"Bukan mas. Tidak ada selingkuh-selingkuhan. Itu hanya prasangka-prasangka yang muncul di pikiran pelaku," tegas Rasiun kepada Tribun Jateng.

(TRIBUNNEWSWIKI/Magi, TRIBUN JATENG, Gumilang)

Ikuti kami di
Editor: Adya Rosyada Yonas
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved